Sel punca atau stemcell sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan. Selain mampu untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik untuk menciptakan jaringan tubuh, sel ini juga mampu berubah menjadi berbagai jenis sel matang yang khas, bisa beregenerasi sendiri, dan pada dasarnya merupakan blok pembangun pada tubuh manusia. Hasilnya, berbagai masalah kesehatan khususnya penyakit degeneratif yang sangat merugikan pada organ tulang, sel otot, sel saraf, sel darah merah, atau sel otak pun bisa disembuhkan. Selain sel punca itu sendiri, produk metabolitnya juga memiliki kandungan berbagai faktor pertumbuhan untuk menunjang regenerasi jaringan dan fungsi organ. Melihat potensi yang positif ini, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan PT. Kimia Farma berencana untuk mengusung proyek pendirian Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional (PPSPPMN). Lembaga ini akan diresmikan Menteri Riset Teknologi/Kepala Ba...
Pengobatan dengan menggunakan stem cell alias sel punca semakin menjadi pilihan dalam dunia kesehatan di Indonesia. Kendati belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan, tren terapi sel punca tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk menjadi solusi bagi banyak penyakit. Kendati terbilang baru di bidang kedokteran karena mulai muncul di dunia sekitar 1998, pengobatan menggunakan stem cell sudah mulai berkembang pada 2006 di Indonesia. Saat ini ada dua jenis sel punca yang dikenal, yakni alogenic stem cell yang diambil dari orang sehat dan bisa digunakan untuk pasien yang berbeda dan autologous stem cell yang berasal dari tubuh pasien itu sendiri. Khusus untuk jenis kedua, sebenarnya sudah mulai diterapkan di Indonesia. Autologous stem cell relatif lebih bisa diaplikasikan karena mengambil bahan-bahan dari diri pasien sendiri. Adapun yang saat ini tengah dikembangkan lebih lanjut adalah jenis aloegenic stem cell. Teknik pengambilan sel punca dari tubuh manusia sehat untuk kemudian diproduksi...