Harga perawatan ini cukup mahal, mulai dari puluhan hingga ratusan juta per paket.
Dream - Para selebgram yang memiliki kulit halus, mulus dan selalu tampil kinclong di media sosial, membuat banyak orang terpana. Tak heran kalau banyak kaum hawa yang juga ingin memiliki tampilan wajah paripurna.
Klinik kecantikan pun bermunculan, dengan berbagai paket perawatan wajah. Banyak yang mengklaim bisa membuat kulit wajah jadi lebih mulus dan cantik. Salah satu perawatan yang sedang naik daun adalah stem cell atau sel punca.
Harga perawatan ini cukup mahal, mulai dari puluhan hingga ratusan juta per paket. Lalu apa itu perawatan stem cell?
Menurut pakar anti aging, Prof. Dr. Deby Vinski, MScAA, PhD, stem cell adalah perawatan yang berasal dari lemak pasien sendiri. Sel tersebut diolah dan kemudian disuntikan ke bagian wajah.
" Bisa juga diambil dari darah pasien dan membuat wajah pasien bersinar awet muda. Dan sebagian dimasukkan ke pembuluh darah bertujuan mencegah menopause dini pada perempuan. Sehingga awet muda terus," ujarnya, seperti dikutip dari Fimela.
Ia menjelaskan, Stem Cell merupakan sel punca yang akan datang kepada sel-sel di tubuh dan memperbaiki regenerasi selnya. Stem cell diklaim bisa memberikan kekuatan kepada sel.
" Khasiatnya bervariasi, ada yang beberapa bulan. Diperbaiki hormonnya. Ada yang disuntikan, dan ada yang diinfuskan. Beda-beda frekuensinya. Ada yang harus 3x ada yang 10x," ungkap Deby.(dream.co.id)
Stem cell atau sel punca kini digadang-gadang dapat menjadi metode pengobatan terkini untuk beragam penyakit. Pasalnya, sel punca dapat meregenerasi sel-sel yang rusak penyebab berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang disinyalir dapat disembuhkan dengan metode ini berdasarkan penelitian, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kebutaan karena glukoma, pengapuran sendi, hingga kaki diabetik. Disampaikan Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, dari FKUI RSCM, sel punca sendiri bisa didapat dari tubuh pasien maupun orang lain. Bagian tubuh yang bisa dijadikan sumber sel punca, kata dia, adalah darah tali pusat, sumsum tulang belakang hingga lemak. "Nah, untuk mengambil dan menyimpan sel punca ini ada protokolnya. Jadi nggak bisa sembarangan. Siapa yang melakukan implantasi sel punca dan laboratoriumnya seperti apa itu harus ada rambu-rambunya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dr Cosphiadi Irawan pada temu media di FKUI RSCM di Jakarta. Dari se...
Komentar
Posting Komentar